Skip to main content

Tulisan Pertama


Akhir semester dalam perkuliahan saya merasa amat sangat kurang produktif. Dalam seminggu hanya ada sehari jadwal kuliah saya. Sebagai makhluk yang menurut saya sendiri saya ini bukanlah orang yang suka berdiam diri kecuali tidur (ga juga sih) jadwal seperti itu membuat saya sangat jenuh dengan hidup sebagai mahasiswa semester akhir. Saya juga termasuk malas dalam mengerjakan skripsi. Bisa dibilang harus ada sesuatu yang harus “mengejar” dahulu supaya rajin. Sebenarnya sudah sejak lama saya berpikir tentang bagaimana cara yang cukup tepat untuk mengisi waktu kosong saya yang berlimpah ini. Pernah terpikir untuk mencoba untuk belajar membuat video video bagus tapi bukan vlog atau semacamnya, lebih ke film atau video musik tapi pada akhirnya saya sadar kamera itu mahal ya ujung-ujungnya ga jadi.            Saya pun melihat teman saya dia sering menshare link blognya, ternyata dia sekarang suka menulis. Sedang asik-asiknya buka twitter (iya saya masih main twitter) ada chat dari makhluk tersebut yang notabenenya teman dekat karib banget saya. Dia jauh, jauh kuliahnya, di luar kota, tapi kami masih sering catch up lewat sosmed. Teman saya itu dengan ujug-ujug chat saya,“nge apa kabar nge” disitu saya berpikir ini makhluk tidak biasanya begini, seperti ada “something”. Saya balas aja dengan asal “lu ngapa bego?, basiannya jelek ya?” dengan maksud berguyon. Usut punya usut ternyata dia sedang kangen sama masa lalu. Orang ini juga yang mengilhami saya untuk memulai menulis karena dia juga memiliki blog yg isinya celotehan dia dan saya pun ingat cita-cita dia yang pada saat SMA dia bilang, dia ingin menjadi jurnalis jadi wajar lah dia sekarang menulis.              Alasan saya menulis juga mungkin saya merasa saya punya pikiran pikiran absurd nan aneh yang cukup sayang apabila terlupakan. Saya sadar manusia mempunyai kemampuan mengingat yang terbatas jadi saya putuskan untuk memulai perjalanan menulis saya.

Comments

Popular posts from this blog

Musisi dan Politisi. Saya bukan musisi apalagi politisi. Saya hanya berpikir kenapa para musisi senior yang dulunya berkoar melawan pemerintah tidak mau masuk politik. Menurut otak sengklek saya mereka sudah punya cukup modal untuk kesana. Mereka mengkritik dibawah rezim kejam, mereka menyuarakan keresahan masyarakat lewat karyanya, mereka berani melawan disaat banyak pihak yang takut untuk melawan. Yang menyedihkan adalah para musisi yang lebih banyak bicara cinta tiba tiba di hari tuanya masuk politik. Mental mereka masih sama, apa yang dilakukan untuk HIBURAN, mungkin mereka lupa kalau panggung “politik” bukan panggung yang dibelakangnya ada sound system, ada operator dan EO yang menjaga keberlangsungan acara, padahal panggung politik adalah panggung dimana sound systemnya adalah sifat, perbuatan, perilaku yang jujur, operator dan EOnya adalah para timses timses mereka. Walaupun kedua panggung tersebut itu memiliki persamaan yaitu memuaskan para audience yang hadir pada musi...

RAMA: Siapa?

                       Ari dengan tampang ketakutannya langsung ngebut menuju gerbang sekolah. Jarak dari parkiran ke gerbang itu sekitar 100meter. Gue sepertinya ga akan cerita yg barusan gue liat, yg ada dia malah gaberani parkir disitu lagi. Setidaknya untuk waktu dekat.             “misi pak!”. Kami menyapa pak satpam yg tadi nyamperin gue di mushola dan dibalas dengan senyum oleh pak satpam.             Gue ngeliat sepertinya Ari sudah mulai tenang. Motor melaju ke rumah Ari tapi sebelumnya kami ke mini market dulu untuk beli cemilan. Lalu diperjalanan setelah dari mini market Ari tiba tiba ngomong                 “tadi lu ga liat apa-apa ram?”.             “ya menur...

Cerpen: Love is Blind

Disuatu negeri terdapat sebuah kerajaan yg rajanya amat adil dan bijaksana. Akan tetapi raja tersebut sedang sekarat dan menginginkan anak laki-laki semata wayangnya untuk menikah. Ketika mendekati ajal, sang raja akhirnya menemukan wanita yg tepat untuk menikah dengan anaknya. Singkat cerita menikahlah anak raja dengan wanita itu dan raja pun meninggal beberapa hari setelahnya.                    Kematian sang raja secara otomatis membuat sang pangeran naik takhta menjadi raja. Kerajaan pada saat itu mengalami masa yg sulit, disatu sisi mereka bergembira karena pernikahan sang pangeran, dilain sisi berkabung atas kematian raja yg adil.             Semua berjalan dengan sempurna sampai ternyata sang istri raja muda tersebut memiliki niat buruk kepadanya. Wanita tersebut ternyata menikah dengan sang raja karena keterpaksaan. Dia terpaksa menika...